1. DALIL AL QUR'AN
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (Q.S. Ali 'Imran : 188)
2. DALIL AS SUNNAH
Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab radhiyallaahu 'anhu, dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : " Suatu kali Nabi Musa 'alaihis salam berkhutbah di hadapan Bani Israil, lalu ia ditanya: 'Siapakah orang yang paling berilmu ?' Nabi Musa menjawab: 'Sayalah yang paling berilmu'. Lalu Allah menegurnya, karena tidak mengembalikan perkara ilmu tersebut kepada-Nya. Lalu Allah mewahyukan kepadanya bahwa ada salah seorang hamba-Nya yang bertempat di pertemuan antara dua lautan. Hamba itu lebih beilmu daripadamu. Nabi Musa berkata: 'Wahai Rabbi, bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya ?' Lalu diwahyukan kepadanya: 'Bawalah seekor ikan dalam sebuah keranjang, dimana engkau kehilangan ikan tersebut, maka disitulah ia berada…" [HR Bukhari dan Muslim]
Diriwayatkan dari 'Umar bin al Khaththab radhiyallaahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Dinul Islam ini akan jaya sehingga para pedagang hilir mudik di lautan dan kuda-kuda dipacu demi menegakkan agama Allah. Kemudian akan muncul satu generasi yang membaca Al Qur'an, lalu berkata: 'Kamilah yang paling mahir membaca Al Qur'an ! Kamilah yang paling berilmu dan kamilah yang paling paham !'. Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata kepada para Sahabatnya: 'Adakah kebaikan pada mereka itu ?' 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui !' jawab para Sahabat. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: 'Mereka berasal dari umat ini dan mereka adalah bahan bakar api Neraka" [Hasan Lighairihi]
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih. (Q.S. Ali 'Imran : 188)
2. DALIL AS SUNNAH
Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab radhiyallaahu 'anhu, dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda : " Suatu kali Nabi Musa 'alaihis salam berkhutbah di hadapan Bani Israil, lalu ia ditanya: 'Siapakah orang yang paling berilmu ?' Nabi Musa menjawab: 'Sayalah yang paling berilmu'. Lalu Allah menegurnya, karena tidak mengembalikan perkara ilmu tersebut kepada-Nya. Lalu Allah mewahyukan kepadanya bahwa ada salah seorang hamba-Nya yang bertempat di pertemuan antara dua lautan. Hamba itu lebih beilmu daripadamu. Nabi Musa berkata: 'Wahai Rabbi, bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya ?' Lalu diwahyukan kepadanya: 'Bawalah seekor ikan dalam sebuah keranjang, dimana engkau kehilangan ikan tersebut, maka disitulah ia berada…" [HR Bukhari dan Muslim]
Diriwayatkan dari 'Umar bin al Khaththab radhiyallaahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Dinul Islam ini akan jaya sehingga para pedagang hilir mudik di lautan dan kuda-kuda dipacu demi menegakkan agama Allah. Kemudian akan muncul satu generasi yang membaca Al Qur'an, lalu berkata: 'Kamilah yang paling mahir membaca Al Qur'an ! Kamilah yang paling berilmu dan kamilah yang paling paham !'. Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata kepada para Sahabatnya: 'Adakah kebaikan pada mereka itu ?' 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui !' jawab para Sahabat. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: 'Mereka berasal dari umat ini dan mereka adalah bahan bakar api Neraka" [Hasan Lighairihi]







0 komentar:
Posting Komentar